Saturday, May 2, 2015

Pelestarian lahan Pertanian Indonesia 2015

| 12:14 AM |
Artikel ini menjelaskan tentang Pelestarian lahan Pertanian Indonesia 2015. Semenjak tahun 70-an Indonesia telah mencanangkan peningkatan produksi pertanian secara intensif untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang semakin meningkat. Penggunaan pupuk anorganik dan pestisida menjadi wajib untuk meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman.

Puncak prestasi produksi pangan dicapai pada tahun 1984, Indonesia telah dinyatakan mampu berswasembada pangan, khususnya beras. Seiring dengan waktu, tingkat produksi pertanian tidak mampu mengimbangi kebutuhan penduduk yang terus mengalami peningkatan. Disinyalir beberapa lahan pertanian intensif telah jenuh produksi (levelling off), banyak mengalami alih fungsi ke lahan non pertanian, bahkan sebagian telah mengalami degradasi akibat terganggunya keseimbangan hama tanah dan ekosistem, kandungan bahan organik tanah rendah, populasi organisme tanah didominasi kelompok mikroorganisme, dan peranan fauna tanah hilang.



Upaya pemulihan daya dukung tanah perlu dilakukan dengan memberikan kondisi yang baik untuk berkembangnya populasi organisme tanah, terutama fauna/cacing tanah. Pengembalian bahan organik sisa panen dan aplikasi pupuk anorganik secara berimbang (budi daya semi-organik) serta menekan penggunaan pestisida sintetik merupakan langkah penting untuk mencapai sistem budaya pertanian ramah lingkungan.

Pelestarian pelaku ekosistem tanah perlu dilakukan, meliputi kelompok organisme autotrof sebagai produsen, kelompok mikroorganisme heterotrof sebagai pengurai, dan kelompok fauna sebagai konsumen. Keseimbangan ekosistem ini akan menciptakan kelestarian daya dukung lahan, dan murah dalam pengelolaan lingkungan.

No comments:

Post a Comment

Back to Top